Home » » perkembangan sepeda

perkembangan sepeda

Written By made oka jaya diputra on Saturday, July 9, 2011 | 4:00 PM

Sepeda

Banyak orang biasanya menggunakan akhir pekan untuk kegiatan keluarga. Tentu saja itu buat keluarga-keluarga yang mempunyai kegiatan mingguan rutin. Buat saya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan rutin ini sebetulnya setiap hari sama saja. Bahkan akhir pekan (Sabtu-Minggu) justru banyak kegiatan apalagi semenjak saya mengembangkan kembali Internet For Kids. Begitupun, sesekali saya menyempatkan diri untuk rekreasi walaupun tidak mesti dengan bepergian ke tempat wisata.
Salah satu rekreasi yang suka saya lakukan adalah bersepeda. Anak saya juga suka sepeda, bahkan pernah bersepeda bersama kawan-kawannya Solo-Yogya PP. Saya sendiri sekarang paling-paling hanya berkeliling kampung saja.
Jaman dulu sepeda semata-mata digunakan untuk alat transportasi. Karena kecepatannya yang relatif rendah dan bahan bakarnya menggunakan makanan untuk orang yang menggenjotnya, sehingga cukup melelahkan, orang pun menambahkan mesin pada sepeda. Ini merupakan cikal sepeda motor yang berkembang sampai sekarang ini.
gambar dari mimpipribumi.wordpress.com
Kembali ke sepeda onthel… Di jaman sekarang, sepeda mengalami perkembangan tidak hanya untuk transportasi namun juga untuk olah raga, rekreasi, bahkan ada yang semata-mata untuk koleksi. Di era penuh polusi dan kemacetan terutama di kota-kota besar, juga tumbuh kecenderungan untuk kembali menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi. Ini lazim disebut bike to work. Tentu saja ini dilakukan oleh golongan menengah dan golongan mapan, bukan oleh pedagang sayuran yang memang sehari-hari menggunakan sepeda berkeranjang kanan-kiri untuk bekerja.
Nah, salah satu jenis sepeda yang cukup populer akhir-akhir ini adalah sepeda fixie.
gambar dari Facebook
Ciri sepeda fixie yang tidak bisa ditinggalkan adalah minimalis dan menggunakan single gear (satu rasio kecepatan, bukan multi gear seperti sepeda balap atau MTB). Ciri lain yang masih ditoleransi misalnya penggunaan fixed gear (door trap) yang dengan alasan keamanan banyak yang mengganti dengan terpedo sehingga bisa di-rem dengan menggenjot pedal ke belakang. Bisa jadi, istilah sepeda fixie bersumber dari kata fixed yang bisa diartikan sebagai fixed gear atau fixed ratio.
Pada sepeda fixie, garpu atau fork lazimnya lurus dengan sudut rake yang kecil sehingga lincah dikendarai, namun banyak juga yang menggunakan garpu lengkung dengan sudut rake normal.
gambar dari Wikipedia
Sepeda fixie juga harus ringan agar gampang diangkat sewaktu melewati rintangan pada saat bersepeda. Beberapa kelompok penyuka sepeda fixie yang saya temui bahkan ada yang mensyaratkan sepeda anggotanya tidak boleh lebih dari 11kg. Banyak pula yang saya temui berat sepeda hanya sekitar 6kg lebih sedikit. Tentu saja untuk membuat sepeda yang ringan seperti itu membutuhkan biaya yang lumayan karena harga rangka yang bagus dan ringan tidaklah murah.
gambar dari Facebook
Begitupun, sembarang sepeda pun sebetulnya bisa di-fixie-kan. Bisa berbasis sepeda mini, sepeda jengki, MTB, sepeda balap, dan lain sebagainya.
gambar dari Facebook
Bila menerawang kenangan lebih dari 25 tahun yang lalu semasa saya usia SMP, sepeda fixie sebetulnya bukan barang baru. Dulu saya pernah suka dengan sepeda minimalis yang menggunakan fixed gear. Waktu itu sedang musim kelompok atau geng sepeda yang suka berarak-arakan bersepeda sambil mengangkat roda depannya (wheelie). Yang bisa ber-wheelie dengan jarak paling jauh dianggap paling jagoan. Penggunaan fixed gear sangat berguna untuk mengendalikan sepeda pada waktu ber-wheelie ria. Sayangnya, ~sumpah~ saya termasuk paling embek kalau bermain sepeda seperti itu.
Beberapa waktu setelah masa itu, tren sepeda fixed gear pun berakhir, digantikan sepeda BMX, kemudian MTB (dulu di awal kemunculan MTB, yang paling terkenal adalah Sepeda Federal), dan lain sebagainya. Sekarang dapat dikatakan tidak ada tren khusus soal sepeda karena berbagai jenis sepeda pun banyak peminatnya mulai dari folding bike atau sepeda lipat (seli) yang gampang dibawa-bawa sampai sepeda kuno yang hanya untuk koleksi saja.
Tak mau ketinggalan jaman saya juga ikut menyukai salah satu jenis sepeda yaitu sepeda fixie. Namun, bukannya merakit sepeda yang mahal, saya malah membuatnya dari sepeda bekas. Berikut spesifikasinya: rangka sakamoto th 1995 (bekas sepeda rumah sakit), roda belakang pakai rem terpedo yg ngeremnya digenjot ke belakang (alasan keamanan), palek & ruji dari wimcycle, ban goodyear, setang union, sadel united…. Gado-gado dan murah meriah, namun sudah cukup fixie. Sayang sekali saya belum bisa menampilkan gambarnya di sini (selain tidak punya peralatan petik gambar yang memadai juga cukup memalukan bila disandingkan dengan gambar-gambar fixie yang bagus-bagus di atas). :-D
Sedulur suka sepeda jenis apa?
*// Gambar yang diambil dari Facebook adalah koleksi gambar teman saya SMA, seorang penyuka sepeda fixie yang sekarang tinggal di Jakarta. Pada gambar terakhir bahkan teman saya menuliskan namanya di rangka sepeda fixie kren it
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. bli blogen - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger